Lasem – Kerabat NURFM, yakin kamu sudah pernah berwisata ke watu layar yang berada di kecamatan Lasem? Baru-baru ini wisata yang dulunya hanya dihiasi sejumlah pohon itu, kini sudah disulap menjadi wana wisata yang cocok buat kamu yang ngaku hits dan kekinian.
Wana wisata yang dikelola KPH Kebonharjo ini menyuguhkan sejumlah spot foto yang kekinian dan tak kalah dengan wana wisata luar kota. Mulai dari foto diatas jembatan yang eksotis, foto diatas simbol cinta, foto dengan background pemandangan pantai Binangun, juga ada spot foto payung yang dijamin kamu ketagihan berfoto disini.
Selain itu, buat kamu yang datang bersama pasanganmu juga jangan lupa memasang gembok di tembok gembok cinta yang juga menghiasi lokasi ini. Juga ada ayunan, hammock yang dipasang diantara pepohona, serta tempat duduk yang sengaja diposisikan di bawah pohon yang rindang. Duh ademm beneerrr….

Tak perlu bingung mencari lokasi wisata watu layar, jika kamu dari arah Lasem ikuti saja jalur Pantura arah kecamatan Sluke. Tepatnya di desa Bonang, sekitar 200 meter sebelah selatan dari Rest Area Pantai Binangun. Karcis masuknya cukup Rp 5ribu untuk satu sepeda motor, sedabgkan mobil Rp 10ribu.
Tarmin, salah satu karyawan KPH Kebonharjo mengakui wisata watu layar sebelumnya sempat tidak aktif selama bertahun-tahun. Namun sekira setahun terakhir pihak KPHJ Kebonharjo mulai membenahi seluruh sarana yang ada, termasuk menghias lokasi secantik mungkin.
“Dari uang retribusi karcis yang masuk ini yang dipakai untuk menata seluruh sarana yang ada. Sehingga dana yang masuk dan keluar itu berputar,” akunya saat ditemui reporter NURFM.
Sayangnya, untuk mencapai lokasi ini Kerabat NURFM harus bersiap dengan akses jalan yang masih sebagian besar bebatuan. Terlebih saat hujan turun, kerabat NURFM harus berhati-hati nih.
Selain itu, di lokasi wisata pihak pengelola masih belum menyediakan lahan parkir khusus kendaraan, sehingga kendaraan pengunjung saat ini masih berkeliaran lalu lalang mengganggu wisatawan lainnya. Tak hanya itu, di lokasi juga belum difasilitasi kamar mandi.
“Semoga saja kami pihak pengelola bisa segera melengkapi sarana di lokasi, termasuk kamar mandi, lahan parkir pengunjung, juga nanti rencananya agar ada lahan istirahat. Juga nanti akses masuknya akan kami usulkan untuk diperbaiki menggunakan dana karcis,” tandasnya. (DM38)







