Rembang, nurfmrembang.com – Memasuki musim hujan, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Rembang mengalami lonjakan. Hingga pertengahan Januari tercatat ada 33 kasus.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr Maria Rehulina menjelaskan, data kasus DBD pada Januari 2024 tercatat mencapai 33 kasus yang didominasi anak-anak. Sementara bulan sebelumnya pada Desember 2023 tercatat hanya 19 kasus DBD.
“Untuk Januari ini kasus yang terkonfirmasi dari laporan rumah sakit itu ada 33 kasus. Pasien didominasi anak-anak,” terangnya baru-baru ini
Dikatakannya, lonjakan kasus DBD secara signifikan disebabkan beberapa faktor di antaranya masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga nyamuk mudah berkembang biak.
Faktor lainnya karena perubahan musim dari musim panas ke musim hujan yang menyebabkan nyamuk yang membawa virus dengue tersebut cepat berkembang biak.
Kasus DBD di Rembang mayoritas pasien anak-anak. Mereka harus menjalani perawatan di rumah sakit untuk pengobatan lebih lanjut. Hingga Senin (15/1/2024), tercatat 17 pasien masih di rawat di RS dr Soetrasno Rembang.
Kasi Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang, Tabah Tohamik mengatakan, lonjakan kasus DBD berdampak pada penuhnya ruangan khusus anak di RSUD dr R Soetrasno Rembang yang jumlahnya 24 tempat tidur.
”Karena penuh, pasien kami titipkan di ruangan lain,” terangnya.
Pada 2023, kasus demam berdarah dengue di Kabupaten Rembang yang sudah terkonfirmasi mencapai 182 kasus. (ABA/AI)







