Rembang, nurfmrembang.com – Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Bovine Ephemeral Fever (BEF), PC GP Ansor Rembang mengadakan kegiatan Bincang Ternak di Desa Megulung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, Selasa (21/1/2025).
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada peternak mengenai cara mencegah dan mengatasi penyakit yang menyerang hewan ternak, terutama sapi.
Ketua PC GP Ansor Rembang, M Nadhif Shidqi atau Gus Nadhif menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk menangani wabah ini.
“Kami bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dintanpan) serta masyarakat untuk mencegah penyebaran PMK dan BEF di Kabupaten Rembang. Kami sangat mengapresiasi gerak cepat dari Bidang Pertanian dalam menangani wabah ini,” ujar Gus Nadif.
Berdasarkan data terbaru per 10 Januari 2025, sebanyak 65 ekor sapi di Kabupaten Rembang telah terpapar PMK, dengan empat di antaranya dilaporkan mati. Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap gejala awal penyakit ini, seperti lepuhan di mulut atau kuku, demam tinggi, sariawan, dan kesulitan makan.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Megulung, Kecamatan Sumber, tersebut juga melibatkan Dintanpan Rembang Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang memberikan edukasi kepada peternak.
Dalam sosialisasi ini, peserta diberikan informasi penting mengenai penanggulangan PMK dan BEF, cara menjaga kebersihan kandang, serta pentingnya vaksinasi untuk mencegah penyakit tersebut.
Kepala Desa Megulung, Suparno mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan ini.
“Kami sangat senang sekali ditempati acara Bincang Ternak ini. Penanganan PMK dan BEF yang diselenggarakan oleh Pemuda Ansor Rembang sangat bermanfaat bagi masyarakat Megulung,” ujar Suparno.
Sementara itu, Narasumber dari Dintanpan Rembang Subkoordinator Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh Erdyanti Permatasari berharap kegiatan ini bisa membantu masyarakat agar tidak panik terkait PMK dan BEF.
“Kami sangat senang dengan acara yang dipimpin oleh Pemuda Ansor Kabupaten Rembang. Semoga kegiatan ini dapat membantu masyarakat untuk tetap tenang dan waspada,” ucapnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan penyebaran PMK dan BEF di Kabupaten Rembang dapat diminimalisir, serta masyarakat lebih paham dalam mengenali tanda-tanda penyakit pada hewan ternak mereka. (MK/ABA)







